Ramadan di Sampang – Media Indonesia 30 Juli 2013

sembrani

Saat sahur di sebuah musola di Sampang, Madura, kita membayangkan sekelompok orang bermunajat, memohonkan kebaikan bagi tetangga, teman dan handai tolan. “Tuhan, kenyangkanlah setiap yang lapar di antara kami; Gusti, lapangkanlah mereka yang sedang dalam kesulitan.”

Itu petikan salah satu doa Imam Syiah, yang menjadi panutan mereka. Saat Ramadan, khususnya pada setiap habis solat, doa semacam itu , yang di dalamnya selalu menyertakan orang lain, banyak mereka lantunkan, sesuai tuntunan akhlak ke-12 Imam Syiah Istna’asyariyah.

Namun, rupanya ajaran agar berbudi baik itu tidak cukup membuat mereka hidup tenang. Mereka dianggap sesat, sehingga harus dikucilkan dan mengungsi di negerinya sendiri. Rumah dan pesantren mereka dibakar, dan aparat negara melakukan pembiaran, lalu mengatakan bahwa itu karena mereka ‘berkonflik’ dengan yang mayoritas, bukan sedang didhalimi atau ditindas.

Opini ini dimuat pada harian Media Indonesia, 30 Juni 2013. Silakan klik di sini untuk melihat e-paper Media Indonesia itu.

Mereka dituduh menyeleweng, atau…

View original post 1,064 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s